Kapan Harus Menggunakan Masker NRM? Berikut Pejelasannya
Masker oksigen merupakan salah satu alat penting dalam terapi pernapasan. Ada beberapa jenis masker oksigen yang digunakan sesuai dengan kebutuhan pasien, salah satunya adalah Masker NRM (Non Rebreathing Mask). Masker ini biasanya digunakan ketika pasien membutuhkan suplai oksigen dalam konsentrasi tinggi dengan cepat.
Masker jenis ini sering ditemui di rumah sakit, klinik, ambulans, maupun dalam situasi penanganan darurat. Namun, tidak semua orang memahami kapan sebenarnya masker ini perlu digunakan.
Mengenal Apa Itu Masker NRM
Masker NRM atau Non Rebreathing Mask adalah masker oksigen yang dilengkapi dengan kantong reservoir (reservoir bag) serta katup satu arah. Kantong ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan oksigen sementara sebelum dihirup oleh pasien.
Berbeda dengan masker oksigen biasa, masker NRM dirancang untuk memberikan konsentrasi oksigen yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 60% hingga 95% oksigen jika digunakan dengan aliran yang tepat.
Katup satu arah pada masker ini memiliki fungsi penting, yaitu:
-
Mencegah udara luar masuk ke dalam masker
-
Mencegah udara yang dihembuskan pasien masuk kembali ke kantong oksigen
Dengan sistem tersebut, pasien akan menghirup oksigen dengan konsentrasi tinggi tanpa tercampur banyak udara luar.
Cara Kerja Masker NRM
Masker NRM bekerja dengan mengalirkan oksigen dari tabung oksigen melalui selang menuju kantong reservoir. Kantong ini akan terisi oksigen sebelum pasien menghirupnya.
Saat pasien menarik napas:
-
Oksigen dari kantong reservoir akan masuk ke masker
-
Katup satu arah memastikan udara luar tidak ikut terhirup
Saat pasien menghembuskan napas:
-
Katup lain akan terbuka sehingga udara keluar dari masker
-
Udara bekas napas tidak kembali ke kantong reservoir
Agar bekerja optimal, aliran oksigen biasanya diatur sekitar 10–15 liter per menit sehingga kantong reservoir tetap mengembang.
Kapan Harus Menggunakan Masker NRM?
Masker ini biasanya digunakan ketika pasien membutuhkan suplai oksigen tinggi secara cepat. Berikut beberapa kondisi yang sering memerlukan penggunaan masker ini.
1. Saat Pasien Mengalami Sesak Napas Berat
Masker NRM sering digunakan pada pasien dengan gangguan pernapasan berat yang membutuhkan bantuan oksigen dalam jumlah besar.
Contoh kondisi yang dapat menyebabkan sesak napas berat antara lain:
-
Pneumonia berat
-
Serangan asma akut
-
Edema paru
-
Infeksi paru-paru
Dalam kondisi tersebut, pemberian oksigen konsentrasi tinggi dapat membantu meningkatkan kadar oksigen dalam darah dengan lebih cepat.
2. Ketika Saturasi Oksigen Sangat Rendah
Saturasi oksigen atau SpO₂ merupakan indikator penting untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah.
Secara umum:
-
95–100% → normal
-
90–94% → perlu pemantauan
-
di bawah 90% → membutuhkan penanganan segera
Jika kadar oksigen pasien turun cukup rendah, masker NRM sering digunakan untuk memberikan oksigen dengan konsentrasi tinggi guna membantu meningkatkan saturasi oksigen.
3. Dalam Kondisi Gawat Darurat
Masker NRM juga sering digunakan dalam situasi darurat karena mampu memberikan suplai oksigen dengan cepat.
Beberapa kondisi darurat tersebut antara lain:
-
Kecelakaan atau trauma
-
Serangan jantung
-
Syok
-
Keracunan karbon monoksida
-
Gangguan pernapasan akut
Dalam situasi seperti ini, oksigen dengan konsentrasi tinggi sangat penting untuk membantu menjaga fungsi organ vital.
4. Saat Terapi Oksigen Biasa Tidak Cukup
Beberapa pasien mungkin sudah menggunakan nasal cannula atau masker oksigen biasa, namun kadar oksigen dalam darah masih belum meningkat secara optimal.
Jika hal tersebut terjadi, tenaga medis biasanya akan meningkatkan terapi oksigen dengan menggunakan masker NRM. Hal ini karena masker ini mampu memberikan oksigen dalam konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan alat oksigen lainnya.
5. Saat Transport Pasien
Masker NRM juga sering digunakan saat transport pasien, misalnya ketika pasien dipindahkan menggunakan ambulans atau saat proses rujukan ke rumah sakit lain.
Dengan menggunakan masker ini, pasien tetap mendapatkan suplai oksigen yang cukup selama perjalanan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Masker NRM
Agar masker NRM bekerja dengan optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Kantong reservoir harus selalu mengembang
Sebelum digunakan, kantong reservoir harus diisi oksigen terlebih dahulu. Kantong tidak boleh kempis saat pasien menarik napas.
2. Aliran oksigen harus cukup tinggi
Biasanya aliran oksigen diatur sekitar 10–15 liter per menit agar suplai oksigen tetap stabil.
3. Pastikan masker terpasang dengan baik
Masker harus menutup hidung dan mulut dengan rapat agar oksigen tidak bocor.
4. Gunakan sesuai anjuran tenaga medis
Masker NRM umumnya digunakan dalam pengawasan tenaga medis karena memberikan oksigen dengan konsentrasi tinggi.
Penuhi Kebutuhan Masker NRM Anda dengan Mudah di Chandra Medika Jakarta
Masker NRM merupakan salah satu perlengkapan penting dalam terapi oksigen, terutama untuk kondisi yang membutuhkan suplai oksigen tinggi. Oleh karena itu, penting memilih masker oksigen yang berkualitas, aman, dan nyaman digunakan.
Jika Anda sedang mencari masker NRM berkualitas untuk kebutuhan medis atau terapi oksigen, Anda bisa mendapatkannya di Chandra Medika Jakarta. Tersedia berbagai perlengkapan terapi oksigen dengan kualitas baik, mulai dari masker oksigen, selang oksigen, regulator, hingga perlengkapan medis lainnya.
Tags: gawat darurat, masker nrm, masker oksigen, nassal canula, non rebreathing mask, set tabung oksigen jakarta, tabung oksigen
Kapan Harus Menggunakan Masker NRM? Berikut Pejelasannya
Hearing Aid – Alat Bantu Dengar Beurer HA20
Jual Hearing Aid – Alat Bantu Dengar Beurer HA20 Hearing Aid Beurer HA-20 (Alat Bantu Dengar). Ideal untuk kemampuan pendengaran terbatas. Ini cocok nyaman di belakang telinga dan menguatkan volume semua suara indoor dan outdoor. Hal ini sangat mudah digunakan dan dilengkapi dengan tiga lampiran alternatif untuk memenuhi saluran telinga tertentu. Amplifikasi suara maksimum…
Rp 475.000
Spuit Terumo 10cc
Alat Suntik – Spuit Terumo 10cc Model : Spuit 10 cc/ml Terumo Syringe + Needle (sudah lengkap dengan jarum) Ukuran : 21G x 1 1/2″ (0,80 x 38 mm) Isi : 100 pcs per box / 8 box per karton / 800 pcs per karton Kelebihan : -Single use -Sterile -Non Toxic -Non pyrogenic -Latex…
Rp 190.000Omron HV-F128
OMRON HV-F128 ELECTRONIC NERVE STIMULATOR The HV-F128 Electronic Nerve Stimulator: -Auto stimulation mode for shoulders, back, joints, arms/legs and soles. -Selectable pushing, tapping and kneading modes. -High frequency stimulation to relieve pain quickly. -Polarity function to stimulate particular regions intensively. -LCD shows intensity and remaining time of stimulation. -Soft mode for gentle stimulation. -Adjustable stimulation…
Rp 1.100.000
Aneroid ABN Compact
ABN Compact The Compact Aneroid Sphygmomanometer for Professional Tensimeter Aneroid baru, ditingkatkan secara ergonomis dirancang sebagai kit yang kompak. Dilengkapi dengan Manset , Bladderless yang mudah untuk dibersihkan dan terbuat dari 100% Latex Bebas, berbahan nilon tinggi, tahan lama dan nyaman. ABN Compact selesai dengan sistem inflasi PVC, sebuah manometer berat dengan warna yang…
Rp 210.000Adaptor Tensi Digital Omron – Adapter S
Jual Adaptor Tensi Digital Omron – Adaptor Omron Adaptor S Omron merupakan adapter listrik AC yang menghasilkan arus listrik DC sebagai daya/power untuk tensimeter digital Omron. Bagi Anda yang telah menggunakan tensimeter digital Omron, tentunya Anda memahami mengapa diperlukan Adaptor DC ini. Selain untuk menghemat biaya penggunaan baterai kering yang mudah habis karena pemakaian,…
Rp 190.000Grave Vaginal Specula
Grave Vaginal Specula (Spekulum Vagina) RENZ The Graves Vaginal Speculum is a diagnostic device designed for gynecological use. This stainless steel speculum is easy to sterilize. SIZE: S, M, L. Note : Pembelian Produk ini bisa dengan Layanan Cash On Delivery Go-Jek . Syarat dan Ketentuan silahkan Klik link berikut ” Cara…
Rp 90.000

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.