Alat Fisioterapi – Harga Murah di Chandra Medika Jakarta
Alat Fisioterapi di Chandra Medika
Penggunaan alat fisioterapi perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu kesehatan pasien yang membutuhkan. Fisioterapi merupakan langkah rehabilitas yang diterapkan pada seseorang agar dia terhindar dari cacat fisik. Metode tersebut terdiri dari rangkaian penilaian, diagnosis, perlakuan, sampai tahap pencegahan. Fisioterapi bertujuan untuk mengembalikan fungsi tubuh maupun kesehatan pasien setelah terserang cedera atau penyakit. Jika tubuh pasien mengalami cedera atau penyakit permanen, fisioterapi pun menjadi tindakan prioritas yang diambil untuk menurunkan efek buruknya.
Kapan Sebaiknya Pasien Melakukan Fisioterapi?
Kondisi pasien yang dapat dibantu dengan fisioterapi sesuai sistem tubuhnya terbagi menjadi 4 bagian, yaitu:
- Kardiovaskular
Kardiovaskular menurut artikel dari wikipedia adalah Gangguan yang terjadi pada sistem kardiovaskular harus mendapatkan perawatan yang hati-hati. Lalu, langkah fisioterapi dapat dilakukan terhadap pasien yang mengalami penyakit jantung kronis dan yang sedang mengalami rehabilitasi setelah terkena serangan jantung. Fisioterapi dapat meringankan beban pasien dan membantunya memperoleh kualitas fisik maupun emosi yang stabil.
- Neurologi
Multiple sclerosis, penyakit Parkinson, dan stroke merupakan kondisi-kondisi yang berhubungan dengan sistem saraf yang dapat dibantu penyembuhannya lewat fisioterapi. Gangguan saraf yang membuat para pasien kesulitan berjalan, bicara, atau menggerakkan tangan bisa menggunakan bantuan alat. Misalnya alat fisioterapi stroke untuk yang menderita penyakit saraf tersebut.
- Neuromusculoskeletal
Kondisi berikutnya yang dapat dibantu dengan fisioterapi adalah neuromusculoskeletal. Seperti namanya, gangguan tersebut menyerang otot yang berada pada kerangka tubuh. Dampak yang akan dikeluhkan para pasien antara lain nyeri otot, sakit punggang belakang, arthritis, hingga cedera yang timbul akibat olahraga yang berlebihan.
- Respirasi
Asma, kista fibrosis, dan penyakit paru-paru obstruktif yang sudah kronis merupakan segelintir penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan yang gangguannya dapat diringankan dengan fisioterapi. Di tahap ini, pasien akan mendapatkan serangkaian metode dari fisioterapis tentang cara tubuh bernapas dengan lebih baik. Diajarkan pula cara megendalikan gejala seperti batuk hingga kesulitan bernapas.
Dengan rutin menjalani fisioterapi, pasien diharapkan mampu mengembangkan dan memelihara lagi fungsi gerak tubuh mereka seperti sedia kala. Sementara untuk frekuensi, durasi perawatan fisioterapis akan sangat tergantung pada kondisi pasien. Semakin parah kondisinya, maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan pasien untuk menjalani fisioterapis. Dalam hal ini, dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga berpengaruh besar terhadap progres kesembuhan mereka.
Jika Anda ingin membeli benda bantuan dari toko alat fisioterapi Chandra Medika , sebaiknya bawa pasien ke dokter atau terapisnya. Penting bagi Anda untuk mengetahui latar belakang dari penyakit atau gangguan kesehatan yang pasien derita. Selama proses perawatan, pastikan dokter atau terapis mengawasi dan membimbing untuk menekan risiko buruk.
Berikut ini ada tujuh jenis fisioterapi yang kerap dilakukan terhadap pasien yang membutuhkan.
-
Terapi Latihan (Exercise Therapy)
Terapi Latihan adalah salah satu jenis latihan yang sering dilakukan. Tujuan dilakukannya latihan ini ialah untuk mengembalikan fungsi tubuh pasien sekaligus menguatkan dan pemeliharaan supaya pasien dapat menjalani kehidupannya dengan kondisi mendekati normal. Para fisioterapis akan memusatkan latihan di bagian tangan dan kakinya. Kemudian menyusul latihan mobilisasi yang melibatkan cara untuk berdiri, melangkah, berjalan perlahan, lari-lari kecil, dan seterusnya. Dalam terapi setelah mengalami patah kaki, misalnya, pasien akan menjalani fisioterapi secara betahap. Termasuk langkah-langkah untuk menapak hingga pasien benar-benar bisa melakukannya lagi seperti dulu.
Kemudian, latihan-latihan yang diterapkan pada Exercise Therapy juga ditujukan untuk mempertahankan kekuatan dan fungsional di bagian otot supaya sendi-sendinya tidak terlalu lama kaku. Kaki pasien yang dibalut dengan gips biasanya akan mengalami pengecilan di bagian otot yang secara tak langsung akan mengurangi kekuatannya.
-
Terapi Pemanasan (Heating Therapy)
Seperti namanya, terapi ini mengandalkan panas sebagai kekuatan yang akan diterapkan pada pasien yang mengalami kelainan di bagian otot, kulit, dan jaringan-jaringan dalam tubuh yang lain. Pemakaian energi panas tentunya disesuaikan dengan keluhan yang dialami pasien. Jika keluhan hanya sampai ke kulit, maka proses pemanasan dengan alat fisioterapis pun akan dilakukan pada kulit dengan memakai IRR (Infra Red Radiation) atau radiasi infra merah.
Sementara kalau gangguan terjadi di otot, pasien akan menggunakan diatermi mikro (micro diathermy). Kemudian, ada diatermi gelombang pendek (short wave diathermy) yang diaplikasikan kepada rangka tubuh yang mengalami gangguan. Lantas, Heating Theraphy dapat dilakukan bersama jenis terapi yang lain. Contihnya terapi inhalasi bagi anak-anak yang mengalami masalah lendir di saluran napas, pada rasa sakit di bagian otot atau sendi. Jika dipadukan dengan tipe pengobatan lainnya akan dianggap lebih menguntungkan, sebab dosis obat akan lebih kecil dan secara tak langsung mengurangi efek samping.
-
Terapi Stimulasi Listrik (Electrical Stimulations Therapy)
Sekilas memang terdengar menyeramkan karena memakai aliran listrik. Namun, Anda jangan khawatir karena aliran listrik yang dipakai bertenaga kecil, sehingga bisa diaplikasikan kepada pasien yang punya gangguan otot lemah pasca patah tulang hingga kerusakan pada saraf otot. Langkah penerapan terapi stimulasi listrik diawali dengan penempelan aliran listrik di bagian otot untuk mencegah sensasi nyeri. Hal tersebut diaplikasikan untuk mempertahankan massa otot sekaligus merangsang regenerasi saraf.
Lantas, Electrical Stimulations Therapy dapat diterapkan pada anak-anak yang mengalami gangguan di saluran napasnya. Salah satu dampak yang akan terjadi adalah sirkulasi darah di bagian rongga dada dan saluran napas yang kembali lancar. Sehingga anak akan lebih mudah mengeluarkan lendir yang ada di saluran pernapasan mereka dan penyembuhan pun berlangsung lebih cepat.
-
Terapi Dingin (Cold Therapy)
Dibandingkan jenis terapi lainnya, Cold Therapy adalah yang paling mudah dilakukan (dan bahkan tidak membutuhkan benda bantuan yang mahal dari toko alat fisioterapi). Salah satu contoh kasus yang paling sering membutuhkan Terapi Dingin adalah cedera yang masih ada di tahap akut, sehingga peradangan tak akan sampai ke tahap kronis. Terapi ini pun biasanya hanya diaplikasikan pada bagian otot saja dan dapat dilakukan untuk meredakan sensasi nyeri di bagian tubuh yang bengkak atau memar. Orangtua akan mengompres bagian yang terkena cedera dengan menggunakan air dingin. Namun, jangan terlalu lama menempelkan air dingin tadi, karena akan berbalik merusak jaringan.
-
Terapi Bagian Dada (Chest Physiotherapy)
Pasien yang mengalami keluhan batuk dan pilek akan memperoleh Terapi Bagian Dada supaya saluran napas mereka bersih dan proses pertukaran udara berjalan lancar. Clapping, postural drainage, vibrasi, dan inhalasi (nebulizer) adalah sebagian Chest Physiotherapy yang biasanya dipraktikan terapis. Inhalasi merupakan proses dimasukkannya obat-obatan ke saluran napas lewat penghirupan. Dilanjutkan dengan pengeluaran lendir. Proses inhalasi biasanya memakan waktu selama kurang lebih 10 menit.
Selanjutnya, ada clapping—terapi yang mengandalkan tepukan ritmik di bagian dada agar lendir di saluran napas keluar. Barengi proses dengan postural drainage atau pengaturan posisi tubuh pasien. Contohnya dengan ditengkurapkan sampai lendir mengalir ke bagian cabang pernapasan. Bila terapi diterapkan pada anak di bawah umur 2 tahun, tindakan seperti penyedotan atau suction dapat terapis lakukan untuk meenyedot lendir dari saluran napas.
-
Rheumathoid Arthritis dan Orthopedic
Terapi Ortopedik biasanya diterapkan untuk mengatasi gangguan pada otot dan tulang gara-gara patah tulang, artritis sendi, patah tulang, terkilir, maupun keseleo. Jenis terapi ini lebih sering menyerang orang dewasa dan tak sedikit yang membutuhkan bantuan dari alat fisioterapi tulang belakang. Meski begitu, ada anak-anak yang mengalami gangguan tulang yang membutuhkan terapi ini untuk mengurangi risiko dan meringankan rasa sakitnya.
Jenis terapi ini akan diterapkan pada pasien yang mengalami pemendekan otot leher yang membuat lehernya jadi miring akibat pembengkakan di bagian otot leher. Hal ini akan membuat otot tertarik ke satu arah saja. Dalam fisioterapi tersebut, terdapat latihan-latihan gerakan, peregangan, dan pijat. Ultrasound dapat menjadi pendamping terapi ini, bersama pemanasan yang bertujuan untuk melepas gumpalan atau perlengketan di bagian leher.
Sementara rheumathoid arthritis biasanya diaplikasikan kepada pasien yang mengalami pembengkakan di bagian kaki atau ada gangguan pada sendinya. Untuk menurunkan sensasi nyeri, barengi saja dengan Terapi Dingin saat gangguan masih akut untuk dilanjutkan dengan Electrical Stimulations Therapy. Anda bisa melakukan terapi ini kepada anak berusia 4 atau 5 tahun yang mengalami masalah serupa.
-
Terapi Dengan Air (Hydro Therapy)
Terapi Dengan Air paling sering digunakan untuk anak-anak yang memiliki gangguan, khususnya jenis gangguan gerak yang diakibatkan spastisitas. Salah satu contohnya adalah anak-anak dengan celebral palsy. Sedangkan anak yang mengalami keterlambatan dalam berjalan akan dihadapkan pada evaluasi terlebih dahulu, yang meliputi proses pemeriksaan dari segi usia, tingkat kemampuan, hingga ke tingkat kesulitan yang dialami.
Pasien yang mengalami kesukaran untuk bergerak akibat kekakuan umumnya akan mudah bergerak saat mereka berada di dalam air. Maka dari itu, gangguan tersebut diharapkan berkurang mengingat sifat air yang mampu melenturkan gerak pada tubuh. Kendati Hydro Therapy tidak bisa diterapkan pada semua anak, tetapi jenis terapi ini dapat Anda pilih sebagai alternatif.
Jenis Alat Fisioterapi yang Dapat Digunakan
Setelah mengetahui macam-macam fisioterapi, sekarang mari kita kenali alat fisioterapi yang biasanya digunakan dokter atau terapis.
-
Short Wave Diathermi
Short Wave Diathermi merupakan alat terapi yang mengandalkan pemanasan pada jaringan dengan cara mengubah energi elektromagnet menjadi energi panas. Selama beberapa puluh tahun terakhir, para ahli di bidang medis telah mendapatkan beberapa cara yang dapat diterapkan untuk membantu pasien untuk sembuh tanpa harus mengonsumsi obat-obatan secara terus-menerus. Aktivitas seperti terapi pijat, terapi ultrasound, hingga stimulator neuromuskuler dianggap sebagai revolusi dari proses penyempuhan pasien yang sedang mengalami penyakit tertentu.
Sementara itu, metode gelombang pendek berfungsi sebagai pengendali rasa sakit dan berperan dalam meningkatkan aliran darah ke bagian tubuh seperti otot yang rusak. Cara ini ditempuh dengan tindakan panas yang mencapai ke dalam jaringan atau deep heat. Diatermi gelombang pendek dipercaya sanggup membantu pasien yang mengalami berbagai macam cedera.
-
Transcutaneous Electrical Nerve Stimulator 21(TENS 21)
Dikenal sebagai fisioterapi TENS, teknik penghilang rasa sakit atau analgesik ini tergolong simpel dan non-invasive, serta telah dipakai secara luas dalam dunia medis oleh para perawat, bidan, hingga para fisioterapis. TENS pun dapat diaplikasikan untuk menurunkan beragam jenis nyeri; contohnya rasa sakit setelah bersalin pada wanita, nyeri punggung, nyeri setelah operasi, sakit kepala, dan nyeri menstruasi. Selain bersifat non-invasive, TENS juga tidak akan membuat pasien merasa kecanduan bahkan minim akan efek samping. Sehingga bisa dibilang ala fisioterapis ini aman digunakan.
Pemakaian alat fisioterapi seperti TENS sayangnya kurang praktis. Dibutuhkan kemampuan maupun keterampilan dari orang yang menggunakannya. Selain itu, Anda juga harus membekali diri dengan ilmu dan wawasan khusus untuk menyesuaikan program yang terdapat pada alat sesuai keluhan serta tipe terapi yang diinginkan. Karena tergolong kompleks, TENS lebih sering ditemukan di klinik rehabilitas medik maupun fisioterapi.
-
Lampu Terapi Kesehatan Infra Merah
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, lampu terapi infra merah kerap digunakan dalam fisioterapi. Lampu terapi sering kali digunakan untuk mengurangi hingga menghilangkan sensasi pegal setelah Anda terlalu lama bekerja. Dengan begitu, peredaran darah pun akan kembali lancar dan mampu membuat tubuh kembali bugar. Selain itu, alat fisioterapi ini juga ampuh digunakan untuk pasien yang mengalami reumatik hingga stroke. Lampu terapi kesehatan sering dipakai di rumah sakit maupun tempat terapi.
-
Mesin Ultrasound Fisioterapi
Selanjutnya, ada mesin ultrasound yang merupakan modalitas fisioterapi yang mengandalkan gelombang berfrekuensi rendah maupun tinggi dan biasanya tidak bisa ditangkap telinga manusia. Gelombang suara yang terdapat pada alat fisioterapi tersebut lantas disalurkan pada jaringan hingga pembuluh darah. Efek yang akan dirasakan pasien adalah ketenangan karena gelombang suara tadi akan mengendurkan otot kaku dan tegang. Sementara efek pemanasan dari alat tersebut akan melebarkan pembuluh darah serta meningkatkan kembali sirkulasi darah untuk mempercepat proses penyembuhan. Mesin ultrasound juga kerap dimanfaatkan untuk mengurangi sensasi peradangan yang dialami oleh pasien.
-
Traksi
Terakhir, ada traksi—tahanan yang digunakan dengan memanfaatkan berat maupun alat lain yang bisa menangani gangguan hingga kerusakan di bagian otot dan tulang. Pemakaian traksi bertujuan untuk merawat fraktur dan memperbaiki deformitas, sehingga proses penyembuhan pun akan lebih cepat. Ada dua jenis utama dalam traksi, yakni traksi skeletal dan traksi kulit dengan sejumlah penanganan yang harus Anda perhatikan.
Prinsip atau cara menggunakan traksi adalah dengan menarik tahanan yang diterapkan pada tubuh, pelvis, maupun tulang belakang. Kemudian, proses penarikan tersebut dilakukan pada arah berlawanan atau sering disebut juga dengan countertraksi. Traksi dapat Anda capai dengan menggunakan tangan untuk traksi manual, pemakaian splint, serta berat sebagaimana dalam traksi kulit yang dilakukan lewat tongs, wire, maupun pin yang dimasukkan ke dalam tulang atau disebut pula dengan traksi skeletal.
Kemudian, traksi juga bisa dipraktikan dengan memanfaatkan kulit maupun tulang. Kulit yang terdapat pada orang dewasa umumnya hanya mampu menopang beban traksi sebanyak 5 kilogram. Kalau butuh lebih, maka tulang akan digunakan. Karena tergolong riskan, biasanya traksi tulang tidak akan diakukan pada anak-anak mengingat growth plate yang disematkan mudah mengalami kerusakan yang dipicu oleh pin tulang. Selain itu, dibutuhkan pula kontraksi untuk melawan gaya traksi. Caranya dengan mengatur posisi sampai tungkai lebih tinggi di bagian traksi.
Setelah mempelajari informasi seputar fisioterapi dan jenis-jenisnya, Anda diharapkan dapat memakai alat fisioterapi dengan baik dan bijak. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter dan fisioterapis tepercaya.
Butuh Alat Alat Fisioterapi untuk klinik maupun Pribadi ? klik langsung hubungi Chandra Medika disini
Tags: alat tens, alat traksi, celebral palsy, Chest Physiotherapy, Cold Therapy, Electrical Stimulations Therapy, Exercise Therapy, fisioterapi tens, Heating Therapy, Hydro Therapy, IRR (Infra Red Radiation), lampu terapi infrared, Lampu Terapi Kesehatan Infra Merah, Mesin ultrasound, Mesin Ultrasound Fisioterapi, microwave diatermy, mwd, neurologi, respirasai, Rheumathoid Arthritis dan Orthopedic, Short Wave Diathermi, swd, Terapi Dingin, terapi latihan, Terapi Ortopedik, Terapi Stimulasi Listrik, Ultrasound
Alat Fisioterapi – Harga Murah di Chandra Medika Jakarta
Tensi Otomatis Omron 7156
Tensi Tekanan Darah Otomatis ( Digital ) Omron 7156 Produk tensi ini merupakan produk keluaran dan juga produksi terbaru dari brand Omron . Tentu dengan Brand dengan Brand Japan Technology menjadikan produk produk omron sangat tidak asing lagi di dunia kesehatan. Baik dari Produk produk alat kesehatan mulai nebulizer,termometer , tensimeter maupun alat…
Rp 685.000 Rp 750.000BreastPump Elektric Micko
Micko BreastPump Electric – Alat Pemompa Asi Ibu Menyusui Micko Electric Breast Pump adalah breast pump elektrik dari bahan bebas BPA yang dilengkapi feeding bottle, bottle stand, bottle cover, nipple, bottle converter, serta suction cup untuk memudahkan ibu memompa ASI lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat dan tidak menyebabkan nyeri saat memijat payudara untuk…
Rp 385.000Omron HEM 6111
Tensimeter Digital Omron HEM 6111 Salah satu alat pengukur tekanan darah modern saat ini adalah Tensimeter Omron HEM 6111. Alat ini dirancang unik dan menarik untuk memenuhi kebutuhan Anda akan perlengkapan kesehatan yang cepat, tepat dan akurat. Praktis dibawa kemanapun, dipakai kapanpun dan dimanapun. Penyimpanannya juga mudah dan cocok untuk Anda yang memiliki aktivitas dengan…
Rp 475.000Bidan Kit Lengkap Murah
Bidan Kit Murah dan Terlengkap Konten Isi Bidan Kit Lengkap : 1. Partus Set 1 Buah Bak Instrumen 509 1 Buah nalvulder 1 Buah Gunting episiotomi 1 Buah Gunting umbillikal 1 Buah Kateter Nelaton 1 Buah Gunting Tajam lurus 1 Buah kocher lurus 1 Buah Pinset Cirrurgis 1 Buah klem pean lurus 1 Buah setengah…
Rp 650.000Strip Hemoglobin – Refill Easytouch Gchb
Jual Strip HB Easytouch Gchb Easy Touch – Strip Hemoglobin merupakan strip untuk monitor kadar Hemoglobin / Hb dalam darah untuk digunakan pada alat cek hemoglobin Easy Touch GCHb. 1 box = 25 test strip Note : Pembelian Produk ini bisa dengan Layanan Cash On Delivery Go-Jek . Syarat dan Ketentuan silahkan Klik link…
Rp 130.000Kasur Decubitus Serenity 2500F
Kasur Anti Decubitus Serenity 2500F kualitas terbaik Jual kasur Decubitus Serenity 2500F. Bagi Anda yang belum mengenal Kasur Angin Kesehatan, akan kami jelaskan terlebih dahulu mengenai produk yang satu ini. Apa manfaatnya bagi kesehatan, berapa harganya, dan lain-lain. Mengenal kasur Decubitus Jadi ini adalah produk matras yang sudah didesain khusus. Matras ini dapat…
Rp 875.000









Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar.