Beranda » Blog » Cara Menggunakan Tensimeter Aneroid – Tensi Manual

Cara Menggunakan Tensimeter Aneroid – Tensi Manual

Diposting pada 8 December 2014 oleh Chandra Medika / Dilihat: 80.940 kali

tensimeter anreoid

Cara Menggunakan Tensimeter Aneroid

Salah satu jenis tensimeter yang cukup murah dan dijual di banyak tempat adalah aneroid tensimeter atau tensimeter analog. Ciri khas tensimeter ini adalah adanya bagian lingkaran dengan jarum yang secara analog akan menunjukkan tekanan darah Anda. Harga alat ini berkisar mulai dari 90 ribu rupiah hingga beberapa ratus ribu rupiah tergantung merk alat yang Anda beli atau anda bisa cek di website kami Tensimeter Aneroid. Cara penggunaannya juga sangat mudah, namun jika Anda bingung kami akan memberitahukannya pada Anda.

 

Menyiapkan peralatan

  1. Mintalah bantuan orang lain karena mengukur dengan tensimeter susah jika dilakukan sendirian.
  2. Duduklah dengan nyaman dan buka perangkat tensimeter aneroid yang Anda punya, ingat untuk berhati-hati ketika akan melepaskan berbagai peralatan dari wadahnya karena bisa saja rusak
  3. Angkat lengan yang Anda periksa secara horizontal dan buat agar siku Anda sejajar dengan jantung. Hal ini akan memastikan pembacaan tensimeter Anda tidak lebih maupun kurang. Sangat penting juga untuk menjaga posisi tangan Anda selama proses tensi sehingga carilah ganjal yang cukup stabil
  4. Pasang bagian selubung tensimeter Anda. Menurut para dokter, lebih dianjurkan bagi Anda untuk melakukan tes pada lengan kiri jika Anda adalah pengguna dominan tangan kanan dan begitu juga sebaliknya.
  5. Pastikan bagian selubung tensimeter sudah kencang namun tidak terlalu kencang. Pemasangan yang tidak kencang akan membuat alat tersebut tidak bisa membaca detak arteri Anda, sedangkan pemasangan yang terlalu kencang akan menyebabkan tekanan yang berlebihan di arteri Anda sehingga hasilnya tidak akurat.
  6. Letakkan stetoskop di lengan. Tensimeter yang Anda beli biasanya juga dibekali dengan stetoskop sebagai alat bantu. Letakkan stetoskop ini persis di bagian bawah dari selubung yang sudah Anda balutkan di tangan Anda. Perlahan-lahan kenakan earpiece stetoskop di telinga Anda. Ingat, jangan tekan stetoskop dengan jempol karena jempol mempunyai detaknya sendiri, cobalah untuk menekan stetoskop dengan jari tengah dan telunjuk.
  7. Letakkan alat pengukur di permukaan yang stabil. Cobalah untuk meletakkan bagian pengukur tensimeter di atas selubung yang sudah Anda balutkan di tangan Anda.
  8. Ambil pemompa karet dan kencangka katupnya. Anda akan bisa melihat semacam katup berbentuk seperti sekrup yang bisa dikencangkan di sisi pompa karet. Pastikan katup tersebut sudah kencang agar Anda mendapatkan pembacaan yang akurat dari tensimeter.
Baca juga  Tensimeter Air Raksa

 

Baca Juga : Toko tensimeter Aneroid Lengkap dan Murah

 

Cara Mengecek tekanan darah

  1. Secara cepat pompa dengan menggunakan pompa karet agar bagian selubung tensimeter mengembang. Pompa hingga jarum mencapai angka 180 mmHg. Tekanan yang ditimbulkan akan memberi tekanan pada pembuluh darah arteri di otot bisep dan akan menghentikan aliran dara secara sementara. Mungkin Anda akan merasakan perasaan tidak nyaman.
  2. Pelan-pelan buka katup udara. Anda harus melakukan ini secara halus agar udara dalam tensimeter keluar dengan kecepatan yang tetap dan dengan volume yang sedang. Jika Anda melakukan dengan tepat, jarum penunjuk akan turun dengan kecepatan 3 mmHg/ detik. Anda mungkin harus membiasakan melepaskan katup dengan satu tangan karena tangan yang satu lagi harus digunakan untuk menahan stetoskop.
  3. Catat tekanan sistole. Ini merupakan bagian tersulit yang harus dilakukan. Anda harus mendengarkan dari stetoskop sambil terus memandangi bagian pengukur tensimeter. Ketika Anda mendengar suara detak atau suara seperti ketokan pada pintu untuk pertama kali, catat berapa angka yang ditunjukkan oleh jarum. Angka ini merupakan tekanan sistole jantung Anda, yaitu tekanan ketika jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh.
  4. Catat tekanan diastole. Setelah mengetahui tekanan sistole yang ditandai dengan suara detak yang akan Anda dengar, suara tersebut perlahan-lahan akan berganti menjadi mirip suara desiran angin. Suara ini penting karena begitu Anda tidak mendengar suara ini lagi itu berarti saatnya mencatat angka berapa yang ditunjukkan oleh jarum. Catat angkanya dan ini merupakan tekanan diastole Anda. Tekanan diastole merupakan tekanan darah ketika jantung berelaksasi dan menerima darah dari seluruh tubuh.
  5. Jangan takut jika Anda kelewatan dalam membaca. Jika Anda merasa ragu akan berapa angka yang ditunjukkan jarum, Anda bisa memompa kembali secara cepat sebanyak 2 kali dan mengulang pembacaan. Jika Anda masih ragu, ulang lagi pada tangan yang lain.
  6. Sangat baik bagi Anda untuk mengulangi proses mengambil tekanan darah lima hingga 10 menit dari pengukuran pertama Anda.
Baca juga  Berbagai Manfaat Kesehatan Akupuntur

Simpan

Tags: , ,

Bagikan ke

Cara Menggunakan Tensimeter Aneroid – Tensi Manual

Komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Cara Menggunakan Tensimeter Aneroid – Tensi Manual

Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Chandra Medika Jakarta
● online
Chandra Medika Jakarta
● online
Halo, perkenalkan saya Chandra Medika Jakarta
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja