Beranda » Blog » Kesalahan Penggunaan Regulator Oksigen yang Harus Dihindari

Kesalahan Penggunaan Regulator Oksigen yang Harus Dihindari

Diposting pada 28 February 2026 oleh Alkes Jakarta / Dilihat: 13 kali

Penggunaan oksigen medis di rumah maupun fasilitas kesehatan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Salah satu komponen penting dalam sistem terapi oksigen adalah regulator oksigen. Alat ini terlihat sederhana, tetapi memiliki fungsi vital dalam menjaga tekanan dan aliran oksigen tetap aman bagi pasien. Kesalahan kecil dalam penggunaan regulator bisa menyebabkan kebocoran, kerusakan alat, bahkan risiko keselamatan yang serius.

Pengertian Regulator Oksigen

Regulator oksigen adalah alat yang dipasang pada tabung oksigen untuk mengurangi tekanan tinggi di dalam tabung menjadi tekanan yang lebih rendah dan stabil sehingga aman digunakan. Tekanan dalam tabung oksigen medis bisa sangat tinggi, sehingga tidak bisa langsung dialirkan ke pasien tanpa pengaturan.

Regulator biasanya terdiri dari:

  • Manometer tekanan tabung (menunjukkan sisa tekanan oksigen)

  • Flow meter (pengatur laju aliran oksigen dalam liter per menit)

  • Knop pengatur aliran

  • Katup penghubung ke tabung

Fungsi utama regulator adalah memastikan oksigen keluar dengan tekanan dan jumlah yang sesuai kebutuhan medis pasien. Tanpa regulator, oksigen berisiko keluar dengan tekanan berlebih yang berbahaya.

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Regulator Oksigen

1. Menggunakan Regulator yang Sudah Rusak

Ini adalah kesalahan yang sangat berbahaya. Regulator dengan manometer retak, jarum tekanan tidak akurat, knop longgar, atau body penyok tetap sering dipakai karena dianggap “masih bisa digunakan”.

Padahal regulator rusak bisa menyebabkan:

  • Pembacaan tekanan tidak akurat

  • Aliran oksigen tidak stabil

  • Kebocoran gas

  • Risiko kegagalan fungsi mendadak

Jika terdapat kerusakan sekecil apa pun, sebaiknya regulator tidak digunakan sebelum diperbaiki atau diganti.

2. Memutar Knop Secara Paksa atau Terlalu Kuat

Banyak pengguna memutar knop pengatur aliran secara berlebihan dengan anggapan agar lebih kuat atau lebih stabil. Padahal memutar knop terlalu kuat dapat merusak mekanisme internal flow meter. Gunakan knop dengan lembut dan sesuai batas yang tersedia pada alat.

Baca juga  Kenapa Regulator Oksigen Wajib Standar Medis? Simak Penjelasan dan Tempat Belinya di Jakart

3. Tidak Melakukan Pengecekan Secara Berkala

Regulator oksigen bukan alat yang bisa dipasang lalu dilupakan. Pengecekan rutin sangat penting untuk memastikan semua komponen berfungsi normal. Tanpa pengecekan rutin, kerusakan kecil bisa berkembang menjadi masalah besar.

4. Mengabaikan Kebocoran pada Regulator

Suara mendesis sering dianggap hal biasa. Padahal itu bisa menjadi tanda kebocoran gas. Jika terdengar suara mendesis atau tercium aliran udara di sambungan, segera tutup katup tabung dan periksa kembali pemasangan.

5. Menggunakan Regulator Tidak Sesuai Standar Medis

Tidak semua regulator di pasaran memenuhi standar medis. Menggunakan regulator non-medis atau kualitas rendah bisa berisiko karena:

  • Material tidak tahan tekanan tinggi

  • Flow meter tidak terkalibrasi dengan benar

  • Komponen internal cepat aus

Pastikan regulator memiliki standar medis dan dirancang khusus untuk terapi oksigen.

6. Menempatkan Tabung Tanpa Penyangga yang Stabil

Saat memasang regulator, tabung sering ikut berputar dan bergeser. Jika tabung tidak stabil, risiko jatuh sangat tinggi. Tabung yang jatuh bisa merusak regulator dan membahayakan sekitar.

7. Menyentuh Regulator dengan Tangan Berminyak

Oksigen sangat reaktif terhadap minyak dan bahan mudah terbakar. Jangan pernah menggunakan pelumas berbasis minyak pada regulator atau menyentuhnya dengan tangan berminyak.

Kesalahan Penggunaan Regulator Oksigen yang Harus Dihindari

Tata Cara Perawatan Regulator yang Baik dan Benar

Perawatan yang tepat akan memperpanjang usia pakai regulator dan menjaga keselamatan pengguna.

1. Simpan Tabung dalam Posisi Berdiri dan Aman

Letakkan tabung di tempat sejuk, kering, jauh dari panas dan sumber api. Gunakan penyangga atau rantai pengaman agar tidak mudah jatuh.

2. Bersihkan Regulator Secara Rutin

Lap bagian luar regulator dengan kain kering dan bersih. Hindari cairan kimia keras atau air berlebihan.

Baca juga  Cara Menggunakan Regulator Tabung Oksigen dengan Benar agar Aman dan Efisien

3. Periksa O-Ring Sebelum Pemasangan

Pastikan karet seal tidak retak, getas, atau hilang. O-ring yang rusak harus segera diganti.

4. Tutup Katup Setelah Digunakan

Setelah terapi selesai:

  1. Tutup katup tabung terlebih dahulu.

  2. Putar flow meter hingga nol untuk mengosongkan sisa tekanan.

  3. Simpan regulator di tempat aman.

5. Servis atau Kalibrasi Jika Diperlukan

Jika regulator sering digunakan dalam jangka panjang, lakukan pengecekan atau servis berkala untuk memastikan akurasi tekanan dan aliran tetap sesuai standar.

Jangan Anggap Sepele — Gunakan Regulator Oksigen Standart Medis dari Chandra Medika Jakarta

Regulator oksigen bukan sekadar aksesori tabung, tetapi komponen vital dalam terapi pernapasan. Kesalahan penggunaan seperti memakai regulator rusak, memutar knop terlalu kuat, tidak melakukan pengecekan rutin, hingga mengabaikan kebocoran dapat berisiko serius.

Pastikan Anda menggunakan regulator oksigen yang sesuai standar medis, aman, dan berkualitas. Untuk kebutuhan regulator oksigen, tabung oksigen, serta perlengkapan terapi pernapasan lainnya, Anda bisa mendapatkannya di Chandra Medika Jakarta. Tersedia produk original, berkualitas, harga bersaing, dan pelayanan profesional yang siap membantu kebutuhan medis Anda dengan aman dan terpercaya.

Tags: , , , ,

Bagikan ke

Kesalahan Penggunaan Regulator Oksigen yang Harus Dihindari

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Kesalahan Penggunaan Regulator Oksigen yang Harus Dihindari

Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Chandra Medika Jakarta
● online
Chandra Medika Jakarta
● online
Halo, perkenalkan saya Chandra Medika Jakarta
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja